PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASIEN POST OPERASI FRAKTUR

Authors

  • Ahmad Hasan Basri Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gresik
  • Istiroha Istiroha Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gresik
  • Khalifatus Zuhriyah Alfianti Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gresik

Abstract

Post operasi fraktur merupakan salah satu keadaan yang dapat menimbulkan komplikasi. Masalah utama penelitian ini adalah keluarga belum mampu merawat pasien post operasi frakture. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam pencegahan komplikasi pasien post operasi frakture.

                Desain penelitian ini adalah Pra Ekperimen dengan pendekatan One Group Pre – Post Test Design dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden pasien post operasi fraktur di RSUD Ibnu Sina Gresik yang diambil secara Consecutive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon dengan p ≤ 0, 05.

                Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien post operasi fraktur masih kurang. Sesudah pendidikan kesehatan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap  pengetahuan keluarga dengan hasil p = 0,000. Pada variable sikap tidak terjadi peningkatan yang signifikan dengan hasil p = 0,500.

                Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga dalam merawat pasien post operasi fraktur. Tetapi tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap keluarga dalam merawat pasien post operasi frakture. Hal ini terjadi karena perubahan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan tidak berpengaruh secara langsung terhadap 3 konsep penentu terbentuknya sikap. Oleh karena itu disarankan agar pihak rumah sakit memberikan pendidikan kesehatan yang intensif dengan memperhatikan 3 konsep penentu sikap, sehingga pada akhirnya dapat terjadi perubahan yang baik terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien post operasi fraktur.

References

Erkoc, S.B., Isikli, B., Metintals, S., daln Kallyoncu, C., (2012), Hypertension Knowledge-Level Scalle (HK-LS): Al Study on Development, Vallidity alnd Relialbility, Int. J. Environ.Res. Public Heallth, 9, 1018-1029.

Kemenkes. (2019). Hasil Utama Riskesdas 2018 Provinsi Jawa Timur. Jakarta: Kemenkes.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Perawatan Pasien Post Operasi Frakture di Ruamah Sakit. https://www.depkes.go.id.

Kementrian Kesehatan. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Diakses tanggal 15 Januari 2024 dari http://www.depkes.go.id.

Notoatmodjo. (2015). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka cipta

Wisda, Sumartini, Zulkifli, & Aldhitiya. (2019). Perawatan pada pasien post operasi fraktur.

WHO. (2018). Dealths by Caluse, Alge, Sex by Country alnd by Region. World Health Organization.

Wong, L.P. (2012). Focus Group Discussion: A Tool For Health alnd Medical Research. Singapore Medical Journal, 49 (3), 256-26.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Basri, A. H., Istiroha, I., & Alfianti, K. Z. (2025). PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASIEN POST OPERASI FRAKTUR. Complementary Health Care Journals, 2(2), 85–91. Retrieved from https://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/736