Complementary Health Care Journals
https://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc
<p>Complementary Health Care Journals adalah jurnal yang mencakup bidang pengobatan komplementer dan alternatif dalam Keperawatan dan kesehatan. Adapun jurnal ini menerima artikel penelitian original, literature review, dan case study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Juni dan Desember. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik.</p>Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresiken-USComplementary Health Care Journals3090-3440<p>All right reserved. The articles in this journal are under copyright of Complementary Health Care and the author of this article. No part of the articles may be reproduced without permission of the journal management.</p>PENGARUH TERAPI REMINISCENCE TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA
https://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/579
<ol> <li>Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada lansia dan dapat memengaruhi kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Reminiscence therapy merupakan intervensi nonfarmakologis yang memberikan stimulasi kognitif melalui proses mengingat dan mendiskusikan pengalaman hidup yang bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan fungsi kognitif lansia setelah diberikan reminiscence therapy. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Responden berjumlah 60 lansia dengan gangguan fungsi kognitif ringan hingga sedang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Fungsi kognitif diukur menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis perubahan fungsi kognitif dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami gangguan kognitif ringan sebanyak 24 orang (40,0%) dan sedang sebanyak 22 orang (36,7%). Setelah intervensi, jumlah responden dengan fungsi kognitif normal meningkat dari 8 orang (13,3%) menjadi 24 orang (40,0%). Sementara itu, gangguan kognitif sedang menurun dari 22 orang (36,7%) menjadi 9 orang (15,0%), dan gangguan kognitif berat menurun dari 6 orang (10,0%) menjadi tidak ada. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan fungsi kognitif yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi (Z = −4,1973; p < 0,00001). Reminiscence therapy menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan gangguan kognitif ringan hingga sedang dan berpotensi digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam pelayanan gerontik. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan follow-up jangka panjang.</li> </ol>Khalifatus Zuhriyah AlfiantiAkhmad FahmiAhmad Hasan BasriLilis FatmawatiAbdul Manan
Copyright (c) 2026 Complementary Health Care Journals
2026-06-292026-06-29311829SENAM MATA MENINGKATKAN KETAJAMAN PENGLIHATAN DAN MENGURANGI NYERI KEPALA AKIBAT PENGGUNAAN GADGET
https://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/194
<p>Dampak penggunaan gadget yang terlalu lama pada remaja sering kali menimbulkan beberapa gejala, termasuk penurunan ketajaman penglihatan dan nyeri kepala. Senam mata adalah teknik yang digunakan agar bola mata terbiasa lentur dan bergerak sesuai jangkauan mata. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian senam mata terhadap ketajaman pengelihatan dan nyeri kepala akibat penggunaan gadget pada remaja. <span style="margin: 0px; padding: 0px;">Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian <em>Quasi-Eksperimental</em> dengan rancangan<em> one-group pretest-posttest design.</em></span> Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX MTs. Hidayatur Rahman Glatik Gresik sebanyak 66 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah <em>purposive sampling</em> dan didapatkan sampel sebanyak 56 responden. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik <em>Wilcoxon rank test</em>. <span style="margin: 0px; padding: 0px;">Hasil analisis statistik diperoleh nilai ketajaman pengelihatan <em>p-</em>value = 0,046 (α < 0,05), artinya ada pengaruh pemberian senam mata terhadap ketajaman pengelihatan akibat penggunaan gadget pada remaja, dan nilai nyeri kepala <em>p-</em>value = 0,001 (α < 0,05), artinya ada pengaruh pemberian senam mata terhadap nyeri kepala akibat penggunaan gadget pada remaja.</span> Penelitian ini dapat membantu responden untuk mempraktikkan gerakan senam mata secara mandiri, sehingga diharapkan remaja dapat melakukan senam mata untuk mencegah penurunan ketajaman pengelihatan dan peningkatan nyeri kepala akibat penggunaan gadget.</p>Istiroha IstirohaIslakhil AsfarinaRoihatul Zahroh
Copyright (c) 2026 Complementary Health Care Journals
2026-06-292026-06-2931110SENAM ERGONOMIK DAN JALAN KAKI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI
https://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/829
<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat dan membutuhkan penatalaksanaan non-farmakologis yang efektif, seperti senam ergonomik dan aktivitas jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam ergonomik dan jalan kaki dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan pencarian artikel menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Garuda dengan rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi studi quasi-experiment atau RCT yang berfokus pada intervensi senam ergonomik dan jalan kaki terhadap tekanan darah sistolik serta diastolik pasien hipertensi. Hasil dari sintesis literatur menunjukkan bahwa senam ergonomik secara signifikan menurunkan tekanan darah melalui kombinasi gerakan anatomis dan manajemen napas yang mengaktivasi saraf parasimpatis. Di sisi lain, aktivitas jalan kaki sebagai olahraga aerobik intensitas sedang terbukti efektif meningkatkan efisiensi kerja jantung dan menurunkan resistensi perifer total. Kedua intervensi ini terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara signifikan. Simpulan dari review ini adalah senam ergonomik dan jalan kaki merupakan intervensi mandiri keperawatan yang efektif untuk mengontrol tekanan darah, di mana senam ergonomik unggul dalam fleksibilitas ruangan sedangkan jalan kaki unggul dalam kebugaran fisik umum.</p>Nurmawati LataimaNatalia Christin Tiara RevitaLilik Wijayati
Copyright (c) 2026 Complementary Health Care Journals
2026-06-292026-06-29311117