Manajemen Perubahan di Sekolah: Strategi Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Keywords:
manajemen perubahan, kepemimpinan sekolah, budaya digital, kualitas pembelajaranAbstract
Perubahan pardigma pendidikan di era digital menuntut sekolah untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengelola perubahan, khususnya dalam membangun budaya digital yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam manajemen perubahan menuju budaya digital di sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di beberapa sekolah di Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama kepala sekolah meliputi: (1) penguatan visi digital sekolah, (2) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi digital, (3) pemanfaatan teknologi untuk manajemen sekolah dan pembelajaran, serta (4) membangun kolaborasi dengan stakeholder eksternal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformatif kepala sekolah dalam mengelola perubahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.
Kata Kunci: manajemen perubahan, kepemimpinan sekolah, budaya digital, kualitas pembelajaran
References
Anderson, R. E., & Van Weert, T. (2002). Information and Communication Technology in
Education: A Curriculum for Schools and Programme of Teacher Development. Paris:
UNESCO.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and
Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Fullan, M. (2001). Leading in a Culture of Change. San Francisco: Jossey-Bass.
Halil, M., & Anwar, M. A. (2016). Inovasi Manajemen Universitas Pesantren Tinggi Darul
Ulum sebagai Perguruan Tinggi Alternatif bagi Masyarakat. Dirasat: Jurnal
Manajemen dan Pendidikan Islam, 2(1), 21–43.
Kemendikbudristek. (2022). Merdeka Belajar dan Transformasi Digital Pendidikan. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2023). Kebijakan Merdeka Belajar dan Transformasi Digital
Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikdasmen. (2025). Profil Lulusan 8 Dimensi: Panduan Resmi Pendidikan Dasar dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kotter, J. P. (2012). Leading Change. Boston: Harvard Business Review Press.
Kotter, J. P. (2014). Accelerate: Building Strategic Agility for a Faster-Moving World. Boston:
Harvard Business Review Press.
Lewin, K. (1951). Field Theory in Social Science: Selected Theoretical Papers. New York:
Harper & Row.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A
Framework for Teacher Knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.
OECD. (2019). Future of Education and Skills 2030: OECD Learning Compass 2030. Paris:
OECD Publishing.
Samani, M. (2024). Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di Era Digital. Jurnal
Manajemen Pendidikan, 18(2), 112–125.Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UNESCO. (2023). Education and Digital Transformation: Global Report 2023. Paris:
UNESCO Publishing.
Zubaidah, S. (2022). Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Implementasi Budaya Digital.
Manajemen Pendidikan, 5(2), 87–101.












