https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/issue/feed Journal Educatione 2025-11-25T10:02:42+07:00 M. Furqon Wahyudi furqonwahyudi@unigres.ac.id Open Journal Systems <p>Journal Education Jurnal Manajemen Pendidikan (JE) is a scientific journal that publishes conceptual and research articles related to school management and leadership. The aim of the journal is to disseminate high-quality research of those topics. Particularly, it promotes the publication of relevant scholarly works to enhance the lingkages among and utility for research, educational policies and practices.</p> <p>JE is published by the Postgraduate Program in Education Management, Gresik University, Indonesia. This journal is in collaboration with the Professional Association of Education Management/Administration (Indonesian Association of Educational Management and Administration Scholars-ISMAPI) and the Association of Education Management and Administration Study Programs (Association of Indonesian Education Management and Administration Study Programs - APMAPI) Indonesia.</p> <table border="0"> <tbody valign="top"> <tr> <td width="17%"> </td> <td align="right" width="3%"> </td> <td width="80%"> </td> </tr> <tr> <td>Online ISSN</td> <td align="right">:</td> <td><a title="ISSN ONLINE" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230908250432135">3025-6097</a> </td> </tr> <tr> <td valign="top">Publisher</td> <td align="right">:</td> <td>Postgraduate Department (S2) Educational Management, Gresik University</td> </tr> <tr> <td> <p>Frequency</p> </td> <td align="right"> <p>:</p> </td> <td> <p>Issued three times throughout the year, which is in April, September and Desember)</p> </td> </tr> <tr> <td>DOI Prefix</td> <td align="right">: </td> <td>On Proses</td> </tr> </tbody> </table> <p>Call for Papers Vol 2 No 2 (September- Desember 2025)<br /><br />Education Management Education (JE) Journal, a scholarly journal in the field of education management, invites authors to submit their high-quality articles in our next publication in Volume 2, No 2, September- Desember 2025.</p> <p>Please follow our author guidelines for submitting articles.</p> https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/685 Implementasi Kepemimpinan Kolaboratif Kepala Sekolah Dalam Menghadapi Tantangan Kurikulum 2025-11-04T09:50:41+07:00 Kusrinisari rhinysari@gmail.com Fauzi Hermansyah Fauzi@gmail.com Mahmudah Mahmudah@gmai.com Yulian Devinta Romli yulian@gmai.com A. Faizin faizin@unigres.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi pendidikan Indonesia yang masih menghadapi rendahnya kualitas pembelajaran, perubahan kurikulum yang dinamis, serta kesiapan guru dan sarana prasarana yang belum merata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN Mojotengah I Sukorejo, dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah diwujudkan melalui power sharing dengan stakeholder, komunikasi terbuka, serta strategi adaptif dalam menghadapi perubahan kurikulum. Kolaborasi dilakukan melalui forum formal maupun informal, melibatkan guru, wali murid, komite, dan masyarakat dalam perencanaan serta evaluasi pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi, dan resistensi terhadap perubahan kurikulum. Implementasi kepemimpinan kolaboratif terbukti mampu meningkatkan motivasi, rasa tanggung jawab, kekompakan, serta efektivitas pelaksanaan kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya komunikasi yang efektif, kerja sama berkesinambungan, serta dukungan stakeholder untuk memperkuat penerapan kurikulum merdeka.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/669 Model Kepemimpinan Orientasi Hubungan sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sekolah Abad 21 2025-11-25T08:44:06+07:00 Heni Maria Astutik henimaria110489@gmail.com Sinta Mauludya shienmauludya@gmail.com Mas'ud masud.ilmi@gmail.com Taufiq Harris taufiqharris12@gmail.com <p>Sekolah abad ke-21 menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta tuntutan global yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada instruksi, tetapi juga membangun relasi yang sehat dengan seluruh warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model kepemimpinan orientasi hubungan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sekolah abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepem- impinan orientasi hubungan ditandai dengan komunikasi terbuka, partisipatif, dan dialogis antara kepala sekolah dan guru, penguatan budaya sekolah yang kolaboratif, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Selain itu, teridentifikasi strategi utama berupa pengembangan sumber daya manusia, penguatan komunikasi dan kolaborasi, serta adaptasi teknologi. Dari hasil analisis, tersusun tipologi kepemimpinan yang menempatkan kepala sekolah sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inova- tor. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa kepemimpinan orientasi hubungan merupakan model strategis yang relevan untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif dan adaptif di era abad ke- 21.</p> <p>Kata Kunci: Kepemimpinan Orientasi Hubungan, Pengelolaan Sekolah, Abad 21, Budaya Sekolah, Kolaborasi.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/680 Peran Kepala Sekolah Visioner Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Era Transformasi Teknologi 2025-11-04T09:51:55+07:00 Anis Faizatul Imamah Imamah anisfaizatul2208@gmail.com Sarana sarana sarana.134@admin.smp.belajar.id Mujiati mjatie34@gmail.com Sulistyo Wulandari sulistyow1980@gmail.com <p>This study aims to analyze the role of visionary leadership of school principals in shaping students' character in the era of technological transformation. Using a qualitative approach and literature study methods, this study examines various relevant sources to identify strategies and challenges faced by school principals in integrating character values ​​with the demands of the digital era. The results show that visionary principals act as agents of change, innovators, and role models in building a character-based school culture. They not only formulate a clear, future-oriented vision but also communicate it effectively, improve teacher competency, encourage technological innovation, and build collaboration with all stakeholders. However, the implementation of visionary leadership still faces obstacles such as limited resources, low technological readiness, and resistance to change. This study concludes that visionary leadership is key to creating an adaptive, innovative, and character-based educational environment in the era of digital transformation.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/675 Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menumbuhkan Karakter Religius dan Sosial Siswa di UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil 2025-11-25T10:02:42+07:00 Ani Yanti Rosida anirosida62@guru.sd.belajar.id Dhatul Hikmah dhatulhikmah73@guru.sd.belajar.id Khusnul Setiya Anzasari khusnulanzasari28@guru.sd.belajar.id Rif’atul Khamdiyah rifatulkhamdiyah78@guru.sd.belajar.id A. Faizin faizin@unigres.ac.id <p>Abstrak: Pendidikan karakter religius dan sosial di sekolah dasar memiliki urgensi tinggi dalam menghadapi degradasi nilai moral, intoleransi, dan rendahnya kepedulian sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter religius dan sosial siswa di UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana kepala sekolah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi tersebut dalam kultur sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan dokumen sekolah sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi, dengan analisis data dan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui lima strategi utama: keteladanan, pembiasaan, kolaborasi, penguatan budaya sekolah, serta pengawasan dan evaluasi. Strategi pembiasaan dan keteladanan menjadi pilar dominan dalam pembentukan karakter, sementara kolaborasi dan budaya sekolah memperkuat konsistensi nilai, dan evaluasi menjamin keberlanjutan program. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang mengintegrasikan nilai transformasional, spiritual, dan instruksional berkontribusi signifikan dalam menumbuhkan karakter religius dan sosial siswa. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan strategi kepemimpinan pendidikan karakter yang kontekstual.</p> <p><em>Abstract : Religious and social character education in elementary schools is of high urgency in addressing the degradation of moral values, intolerance, and the lack of social concern among students. This study aims to explore and describe the principal’s leadership strategies in fostering students’ religious and social character at UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil. The central research question is how the principal designs, implements, and evaluates these strategies within the school culture. Employing a qualitative approach with a case study design, the study involved principals, teachers, students, parents, and school documents as data sources. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with data analysis and validity checks conducted through triangulation. The findings reveal that the principal’s leadership is manifested through five key strategies: role modeling, habituation, collaboration, strengthening school culture, as well as monitoring and evaluation. Habituation and role modeling serve as the dominant pillars in character formation, while collaboration and school culture reinforce value consistency, and evaluation ensures program sustainability. The study concludes that principal leadership integrating transformational, spiritual, and instructional values significantly contributes to the development of students’ religious and social character. These findings provide practical implications for the development of contextual leadership strategies in character education.</em></p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/691 Peran Komunikasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja di Sekolah Dasar Kersikan I Bangil 2025-10-28T11:15:07+07:00 INUL ZULZILA inul.zulzila24@admin.sd.belajar.id <p>: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran komunikasi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN Kersikan I Bangil. Komunikasi merupakan instrumen utama kepemimpinan yang berpengaruh terhadap efektivitas kerja dan pencapaian tujuan pendidikan. Kepala Sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan iklim komunikasi yang terbuka, dua arah, dan partisipatif agar setiap guru mampu melaksanakan tugas secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Kepala Sekolah di SDN Kersikan I Bangil berperan penting dalam penyampaian visi dan misi sekolah, koordinasi tugas, pemberian umpan balik, serta pengambilan keputusan partisipatif. Melalui komunikasi yang efektif, Kepala Sekolah mampu meningkatkan motivasi, disiplin, dan inovasi guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, supervisi akademik yang dilakukan secara terencana juga menjadi sarana pembinaan profesionalisme guru. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa optimalisasi media komunikasi dan pemanfaatan sumber belajar masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, komunikasi yang efektif antara Kepala Sekolah dan guru terbukti menjadi faktor kunci dalam peningkatan kinerja dan mutu pendidikan di SDN Kersikan I Bangil.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/673 Kepemimpinan Humanis di Tengah Disrupsi Teknologi Pendidikan 2025-09-20T13:12:11+07:00 ainul Yqin ainul.yaqin187@gmail.com Eprilia Rimadani eprilia@gmail.com Robi’atul Adawiyah robia@gmail.com Renyta Susiari Renyta@gmail.com Ahmad Thohirin ahmadthohirin@unigres.ac.id <p>Disrupsi teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, baik pada metode pembelajaran, pola interaksi, maupun arah kebijakan. Di satu sisi, teknologi membuka peluang melalui akses informasi yang luas, efisiensi, dan fleksibilitas; namun di sisi lain berpotensi menurunkan nilai kemanusiaan, seperti berkurangnya interaksi, munculnya kesenjangan digital, dan dominasi orientasi teknokratis. Kajian ini bertujuan menelaah urgensi kepemimpinan humanis dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis telaah literatur, kajian ini mengkaji konsep kepemimpinan humanis yang menekankan penghargaan terhadap martabat manusia, empati, relasi interpersonal yang sehat, serta pembentukan karakter peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan humanis memiliki relevansi strategis di era disrupsi teknologi karena mampu menyeimbangkan inovasi digital dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, kepemimpinan humanis menjadi fondasi penting untuk memastikan transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga menjadi sarana pemerdekaan dan pemanusiaan peserta didik.</p> <p>Kata kunci: kepemimpinan humanis, disrupsi teknologi, pendidikan, humanisasi, transformasi digital.</p> <p><strong>Abstract </strong></p> <p>Technological disruption has brought significant changes to education, including learning methods, patterns of interaction, and policy directions. On the one hand, technology offers opportunities through broad access to information, efficiency, and flexibility; on the other hand, it has the potential to undermine human values, such as reduced social interaction, the emergence of digital inequality, and the dominance of technocratic orientation. This study aims to examine the urgency of humanistic leadership in addressing these challenges. Using a qualitative method based on literature review, this study explores the concept of humanistic leadership, which emphasizes respect for human dignity, empathy, healthy interpersonal relationships, and the character development of learners. The findings show that humanistic leadership holds strategic relevance in the era of technological disruption, as it balances digital innovation with human values. In conclusion, humanistic leadership becomes a crucial foundation to ensure that digital transformation in education is not merely technology-oriented, but also serves as a means of liberation and humanization for students..</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/687 Manajemen Perubahan di Sekolah: Strategi Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran 2025-11-04T09:49:54+07:00 Hayatun Nikmah Hayatun@gmail.com Lastumi Lastumi@gmail.com Wijayanti Wijayanti wijayantismpn1rgl@gmailcom Ratna Damayanti Ratna@gmai.com <p>Perubahan pardigma pendidikan di era digital menuntut sekolah untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengelola perubahan, khususnya dalam membangun budaya digital yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam manajemen perubahan menuju budaya digital di sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di beberapa sekolah di Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama kepala sekolah meliputi: (1) penguatan visi digital sekolah, (2) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi digital, (3) pemanfaatan teknologi untuk manajemen sekolah dan pembelajaran, serta (4) membangun kolaborasi dengan stakeholder eksternal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformatif kepala sekolah dalam mengelola perubahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital.</p> <p>Kata Kunci: manajemen perubahan, kepemimpinan sekolah, budaya digital, kualitas pembelajaran</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/671 Kepala Sekolah Visioner Sebagai Faktor Penentu Manajemen Perubahan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 2025-09-19T13:40:54+07:00 DIANA YULIA dianayulia787@gmail.com Nurul Hidayati yatik76nurul@gmail.com Iis Megawati safinahira775@gmail.com Ratna Maksumah ratnamakhsumah@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan visioner, strategi, pengaruh kepemimpinan, faktor pendukung dan penghambat serta menyusun rekomendasi praktis pengembangan kepemimpinan visioner kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah visioner mampu mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, menciptakan budaya belajar adaptif, serta menata manajemen berbasis kolaborasi. Faktor-faktor seperti komunikasi terbuka, perencanaan strategis, dan pemanfaatan teknologi terbukti menjadi penggerak utama keberhasilan manajemen perubahan.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/684 Analisis Dampak Penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Sdn Jatra Timur 2025-11-04T09:51:19+07:00 Abdur Rofik abdurrofik69@gmail.com Sri Agustini titin.agusri@gmail.com Supriatin ubeldinda05@gmail.com Miftachul Jannah miftachuljannah26juni@gmail.com Iva Faizah aqisakamaliyah@gmail.com <p>The rapid development of information and communication technology, particularly in education, demands that teachers and students be responsive and active in its use. This study aims to analyze the impact of Information and Communication Technology (ICT) use on increasing student learning interest at SDN Jatra Timur. The development of ICT has brought significant changes to the education sector, providing new opportunities for learning implementation, such as simplifying material delivery, helping students master concepts, and honing their technological skills. This study used a qualitative method with a field research approach, conducted at SDN Jatra Timur. The results showed that the implementation of ICT at SDN Jatra Timur, although limited to media, resources, and evaluation, has had a positive and significant impact on increasing students' interest in learning. ICT functions as a learning aid and integrated discipline across all subjects, in accordance with the demands of the Independent Curriculum. Students demonstrate greater enthusiasm and perceive ICT-based learning (e.g., using LCD projectors and the internet) as more modern and engaging, ultimately enhancing their enthusiasm for learning. Students exhibit a strong interest in learning, such as actively asking questions, diligently completing assignments, and enjoying independently problem-solving. However, several obstacles remain, including limited infrastructure (lack of computers and projectors), limited teacher and student skills and motivation, and limited teacher preparation time. To address these challenges, it is recommended to regularly intensify ICT training for teachers and students, and prioritize the provision of adequate facilities. With this optimization, it is hoped that the quality of learning will continue to improve, and students will be increasingly prepared to face the challenges of the digital world.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/668 Strategi Kepala Sekolah dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter Melalui Ekstrakurikuler di Era Digital Pada UPT Satuan Pendidikan SDN Kalirejo Bangil 2025-11-25T08:30:22+07:00 Wanda Sulaksono laksononandafresh@gmail.com Muzamil Lubis mlubis263@gmail.com Sutinah sutinahnur@gmail.com Ana Fikrotruzzakiyah anafikrotruz@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter tidak lagi cukup dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, melainkan membutuhkan strategi integratif yang relevan dengan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler di UPT Satuan Pendidikan SDN Kalirejo Bangil, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, siswa, dan orang tua, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles &amp; Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sentral dalam manajemen ekstrakurikuler berbasis pendidikan karakter melalui kepemimpinan partisipatif, integrasi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Strategi tersebut diperkuat dengan kolaborasi guru dan orang tua, serta inovasi digital dalam dokumentasi dan koordinasi kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis digital mampu membangun budaya sekolah berkarakter sekaligus meningkatkan motivasi siswa di era digital.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/678 Inovasi Manajemen Kepemimpinan Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Society 5.0 melalui Transformasi Digital dan Penguatan Karakter 2025-11-04T09:52:38+07:00 Choirul Miftahul Huda choirulmhuda88@gmail.com Anik Siti Khusniah anikst27@gamail.com Muttaqin Nugroho axic5203@gmail.com Bayu Widha Pranata ubayprana@gmail.com <p>Era Society 5.0 menghadirkan tantangan kompleks bagi dunia pendidikan ketika kecerdasan buatan, big data, dan teknologi digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut kepemimpinan pendidikan yang inovatif agar mampu menyinergikan transformasi digital dengan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan pendidikan inovatif dalam menghadapi Society 5.0. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal nasional maupun internasional, serta laporan penelitian terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner, adaptif, dan transformasional merupakan kunci keberhasilan. Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur teknologi, melainkan juga peningkatan literasi digital guru, siswa, dan pemangku kepentingan. Di sisi lain, penguatan karakter tetap menjadi prioritas agar lulusan tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/694 A Manajemen Kepemimpinan Kolaboratif dalam Mewujudkan Budaya Lingkungan Inklusif di Lembaga Pendidikan 2025-11-25T08:29:19+07:00 ENDANG SASMITA NURCAHAYA sasmitanurcahaya@gmail.com SRI REJEKI endangnurcahaya78@guru.sd.belajar.id <p>Lembaga pendidikan membutuhkan manajemen kepemimpinan yang efektif dan selaras dengan visi misi sekolah agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dan keberagaman peserta didik. Dalam lembaga pendidikan, terdapat banyak unsur yang saling mendukung dan memiliki peranan penting, sehingga dibutuhkan suatu manajemen kepemimpinan yang kolaboratif untuk menyatukan potensi tersebut. Manajemen kepemimpinan kolaboratif tidak hanya memfasilitasi kerjasama antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, tetapi juga berperan strategis dalam membangun budaya lingkungan inklusif. Lingkungan inklusif memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman peserta didik, baik dari segi kemampuan akademik, latar belakang sosial-budaya, kondisi fisik, maupun kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kepemimpinan kolaboratif dalam mewujudkan budaya lingkungan inklusif di lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, dimana data dikumpulkan melalui kajian literatur, analisis dokumen, serta telaah hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif mampu mendorong terwujudnya komunikasi terbuka, partisipasi aktif seluruh warga sekolah, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, model kepemimpinan ini terbukti efektif dalam mengurangi praktik diskriminasi, meningkatkan penerimaan terhadap siswa berkebutuhan khusus, serta memperkuat sinergi antara sekolah dengan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen kepemimpinan kolaboratif merupakan strategi yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan dalam membangun budaya sekolah yang inklusif, demokratis, dan berkeadilan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk mengembangkan pola kepemimpinan berbasis kolaborasi sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang ramah, setara, dan mendukung perkembangan potensi semua peserta didik.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/674 Inovasi Kepemimpinan Pendidikan dalam Membangun Karakter Siswa Tangguh di Era Digital dalam Menjawab Krisis Moral Siswa di Era Teknologi Informasi 2025-09-24T11:38:36+07:00 Budhi Utami budhiuthami7@gmail.com Taufi Nurdyastutik taufinurdyastutik@gmail.com Aprilia Safitri apriliasafitri84@guru.smp.belajar.id Muafifah fifahamin@gmail.com <p>Kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pendidikan, namun juga menimbulkan krisis moral di kalangan siswa, seperti penyalahgunaan media sosial, perundungan siber, plagiarisme, dan rendahnya empati sosial. Artikel ini membahas inovasi kepemimpinan pendidikan dalam membangun karakter siswa tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal, prosiding seminar, serta kebijakan pendidikan Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan efektif melalui penguatan visi karakter, integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran berbasis proyek, budaya sekolah berkeadaban digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformasional yang berorientasi nilai, adaptif terhadap era digital, dan responsive terhadap krisis moral siswa.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/689 Peran Kepemimpinan Berdiferensiasi Kepala Sekolah dalam Mewujudkan 8 Dimensi Profil Capaian Lulusan Pembelajaran Mendalam 2025-11-04T09:49:19+07:00 Elmiya Sari elmiyasari01@gmail.com Shovi Andi Fariz Salim andyfariz10@gmail.com Tutut Sulistiani tututsulistni1980@gmail.com Eko Hadi Prasetyo eko84prasetyo@gmail.com Suyitno onteause.ngalam@gmail.com <p>Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis peran kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah dalam mewujudkan delapan dimensi profil&nbsp; capaian lulusan pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (Literature Review Reserch). Analisis berfokus pada peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memujudkan 8 dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam dengan cara mendefensiasikan guru dalam managemen perencanaan (planning), organisasi (organizing), pelaksanaan (actuating/implementation) dan pengawasan (evaluation/controlling). Serta sikap gaya kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah melalui pendekatan instruksional, situasional, transformasional, dan demokrasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah berperan signifikan dalam mewujudkan delapan dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam. Analisis data dari berbagai temuan mengidentifikasi bahwa kepala sekolah yang menerapkan pendekatan berdiferensiasi mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan dan strategi manajerial sesuai kebutuhan guru dan karakteristik peserta didik. Tantangan dari penelitian ini adalah kesiapan kepala sekolah, kesiapan guru, kurikulum yang terintegrasi dengan capaian lulusan pembelajaran mendalam.Rekomendasi praktis yaitu menyiapkan bakal calon kepala sekolah dengan pelatihan leadership berdiferensiasi, pelatihan guru berbasis kebutuhan, serta membimbing guru dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan asesmen yang terintegrasi dengan 8 dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam. Study ini menyimpulkan kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam implementasi pembelajaran mendalam yang mampu mewujudkan delapan dimensi profil capaian pembelajaran mendalam.</p> <p>&nbsp;</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione https://journal.univgresik.ac.id/index.php/je/article/view/672 Tantangan dan Strategi Manajemen Kepemimpinan Situasional dalam Menghadapi Era Digitalisasi di SDN Kolursari I Bangil 2025-11-25T09:01:44+07:00 Sofiyatuz Zahroh sofikolur@gmail.com Lailatul Tarwikhi lailatultarwikhi83@gmail.com Munifah munifahfresh@gmail.com Niken Muji Suryaningsih nikenmujifresh@gmail.com Ahmad Thohirin Ahmadthohirin451@gmail.com <p>Perkembangan era digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Digitalisasi menuntut kepala sekolah untuk mampu beradaptasi dengan teknologi serta mengelola sumber daya manusia dan sarana pembelajaran secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi kepala sekolah serta strategi manajemen kepemimpinan situasional yang diterapkan di SDN Kolursari I Bangil dalam menghadapi era digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam kepada kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan literasi teknologi guru, dan resistensi terhadap perubahan. Untuk merespons tantangan tersebut, kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan menyesuaikan arahan sesuai kebutuhan guru, memperkuat kolaborasi, mengadakan pelatihan digital, serta mendorong motivasi agar warga sekolah siap menghadapi transformasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan teori kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard dalam konteks sekolah dasar negeri di daerah, yang masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi dalam memperkaya strategi kepemimpinan pendidikan di era digital.</p> 2025-11-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Journal Educatione