IMPLEMENTASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN PERSATUAN DI TENGAH DINAMIKA SOSIAL BUDAYA INDONESIA
Keywords:
Moderasi Beragama; Persatuan; Keberagaman; Sosial Budaya; IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai moderasi beragama dalam membangun persatuan di tengah dinamika sosial budaya Indonesia yang plural. Indonesia sebagai bangsa multikultural menghadapi tantangan kompleks berupa keberagaman agama, budaya, serta pengaruh globalisasi dan media sosial yang berpotensi memicu fragmentasi sosial. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi pendekatan strategis dalam menjaga harmoni dan persatuan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam interaksi sosial lintas agama. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, sikap saling menghormati, komitmen kebangsaan, dan penolakan terhadap ekstremisme, telah diimplementasikan dalam kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Implementasi nilai-nilai tersebut berkontribusi positif dalam memperkuat persatuan sosial dan meredam potensi konflik di tengah keberagaman. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa pemahaman keagamaan yang eksklusif, pengaruh media sosial, serta politisasi agama.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan moderasi beragama perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, peran tokoh agama, dialog lintas agama, serta dukungan kebijakan pemerintah. Moderasi beragama merupakan pilar penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia di tengah dinamika sosial budaya yang terus berkembang.
References
Habermas, J. (2018). The Theory of Communicative Action. Boston: Beacon Press.
Haryanto, S. (2020). Agama dan Politik Identitas dalam Masyarakat Multikultural Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 14(2), 95–110.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Khoerunisa, A., & Yuliani, S. (2024). Dinamika Keberagamaan dan Tantangan Kohesi Sosial di Indonesia Multikultural. Jurnal Studi Sosial dan Keagamaan, 8(1), 40–55.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Ma’arif, S. (2023). Literasi Keberagamaan dan Tantangan Moderasi di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 55–70.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Putnam, R. D. (2020). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.
Rahman, F. (2021). Moderasi Beragama sebagai Instrumen Pencegahan Konflik Sosial. Jurnal Harmoni, 20(2), 95–110.
Ritzer, G. (2019). Sociological Theory. New York: McGraw-Hill Education.
Setiadi, E. M. (2021). Media Sosial dan Polarisasi Keberagamaan di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 5(2), 60–75.
Soekanto, S. (2009). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutrisno. (2022). Keberagamaan Dinamis dan Tantangan Radikalisme di Indonesia. Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 70–85.
Tilaar, H. A. R. (2019). Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.


