ANALISIS TINGKAT PAPARAN KEBISINGAN LINGKUNGAN PADA PEDAGANG KAKI LIMA KAWASAN ALUN-ALUN KABUPATEN GRESIK
Keywords:
kebisingan lingkungan, pedagang kaki lima, sound level meter, kesehatan kerja, sektor informalAbstract
Kebisingan lingkungan merupakan salah satu bahaya fisik yang banyak dijumpai di kawasan
perkotaan akibat tingginya aktivitas lalu lintas. Paparan kebisingan tidak hanya menjadi
perhatian pada sektor industri, tetapi juga pada pekerja sektor informal, seperti pedagang kaki
lima (PKL), yang bekerja dalam waktu lama di ruang terbuka. Penelitian ini bertujuan
menganalisis tingkat kebisingan lingkungan pada pedagang kaki lima di kawasan Alun-Alun
Kabupaten Gresik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
observasional. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan Sound Level Meter (SLM).
Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai kebisingan minimum (Lmin), maksimum
(Lmax), dan rata-rata, kemudian dibandingkan dengan baku mutu kebisingan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di area tengah alun-alun memiliki
nilai minimum 60,20 dB(A), maksimum 86,40 dB(A), dan rata-rata 69,60 dB(A), sedangkan
pada area pinggir jalan raya diperoleh nilai minimum 62,90 dB(A), maksimum 85,30 dB(A),
dan rata-rata 67,70 dB(A). Meskipun nilai rata-rata pada kedua lokasi masih berada di sekitar
baku mutu kawasan perdagangan dan jasa, nilai kebisingan maksimum pada kedua titik telah
melampaui ambang batas 70 dB(A). Temuan ini menunjukkan adanya kejadian paparan
kebisingan sesaat yang melebihi baku mutu sehingga perlu menjadi perhatian dalam
pengelolaan lingkungan kawasan publik. Penelitian ini memberikan informasi awal mengenai
kondisi kebisingan lingkungan pada pedagang kaki lima yang dapat dimanfaatkan sebagai
dasar pertimbangan dalam perencanaan pengendalian kebisingan dan penataan kawasan publik
yang lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sektor informal.
References
Ahmad, F. (2026). Analisis Beban Kebisingan dari Aktivitas Transportasi Publik Di Kota Semarang. Al-Irsyad Journal of Physics Education, 5(1), 10-19.
Amalia, R., Putri, D. A., S Santoso, B. (2025). Analisis dampak kebisingan terhadap kesehatan pekerja di sektor informal. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 45–52.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik. (2025). Kabupaten Gresik Dalam Angka 2025.
Bahtiar, D. A. B., Ariawan, P., S Iswara, I. K. A. P. (2024). Model Prediksi Tingkat Kebisingan Pada Ruas Jalan Berdasarkan Volume Kendaraan dan Kecepatan di
Bali. Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management, 3(1), 12-21.
Basner, M., Babisch, W., Davis, A., Brink, M., Clark, C., Janssen, S., S Stansfeld, S. (2014). Auditory and non-auditory effects of noise on health. The Lancet, 383(9925), 1325–1332. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)61613-X
Berglund, B., Lindvall, T., S Schwela, D. H. (1999). Guidelines for Community Noise. Geneva: World Health Organization.
Hairuddin, M. C., S Adiningsih, R. (2024). Kebisingan Di Sektor Informal: Studi Kasus Mesin Penghalus Bahan Makanan di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju. Jurnal Kesehatan, 17(2), 202-210.
International Labour Organization. (2013). Workplace stress: A collective challenge. Geneva: ILO.
International Labour Organization. (2022). Safety and Health at the Heart of the Future of Work.
Ising, H., S Kruppa, B. (2004). Health effects caused by noise: Evidence in the literature from the past 25 years. Noise and Health, 6(22), 5–13.
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (1996). Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Ting kat Kebisingan. Jakarta: KLH.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 70 Tahun 2016 tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri. Jakarta: Kemenkes RI.
Laziardy, A. (2017). Analisis tingkat kebisingan di kawasan ruang terbuka publik perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 23(2), 101–108.
Ningrum, D. A., Hidayat, T., S Prakoso, R. (2023). Pengukuran kebisingan lingkungan menggunakan sound level meter pada kawasan perkotaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(1), 33–40.
Ningsih, S., Wulandari, R., S Fitriani, E. (2020). Tingkat penggunaan alat pelindung diri pada pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 89–96.
Nurbudiyani, I. (2020). Kondisi lingkungan kerja pedagang kaki lima di kawasan perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 12–18.
Prasetyo, A. (2019). Pengaruh tata ruang kota terhadap tingkat kebisingan lingkungan. Jurnal Teknik Lingkungan, 25(1), 55–62.
Putri, N. A., S Rahmawati, L. (2022). Pengaruh kebisingan terhadap tingkat stres pada pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(1), 34–41.
Sari, D. P., S Wulandari, S. (2021). Hubungan paparan kebisingan dengan kelelahan kerja pada sektor informal. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 78–85.
Satoto, H. F. (2018). Analisis Kebisingan Akibat Aktifitas Transportasi Pada Kawasan Pemukiman Jalan Sutorejo-Mulyorejo Surabaya. Heuristic, 15(01).
Setiawan, A., S Nugroho, Y. (2020). Analisis tingkat kebisingan pada kawasan perdagangan di perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 26(2), 112–120.
Susanto, H. (2016). Dampak pertumbuhan transportasi terhadap lingkungan perkotaan. Jurnal Transportasi, 16(2), 95–102.
Setiawan, A., S Nugroho, Y. (2020). Analisis tingkat kebisingan pada kawasan perdagangan di perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 26(2), 112–120.
Stansfeld, S. A., S Matheson, M. P. (2003). Noise pollution: Non-auditory effects on health. British Medical Bulletin, 68(1), 243–257.
Suma’mur, P. K. (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.
Suminar, L., Khadijah, S., S Nugroho, R. H. (2021). Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Di Alun-Alun Karanganyar. Arsir, 1-12.
Tarwaka. (2015). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Wahyuni, S. (2018). Analisis kebisingan lalu lintas di kawasan perkotaan. Jurnal Teknik Sipil, 7(1), 23–30.
World Health Organization. (2018). Environmental Noise Guidelines for the European Region. Copenhagen: WHO Regional Office for Europe.
World Health Organization. (1999). Guidelines for Community Noise. Geneva: WHO.





