GAMBARAN TINGKAT KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI AREA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN GRESIK

Authors

  • Devy Syanindita Roshida Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Tamam Al Fanani Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Eka Safitri Sillehu Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura
  • Salwa Dwi Sabrina Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik

Keywords:

kelelahan;, konstruksi;, keselamatan dan kesehatan kerja;, manajemen kelelahan;

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja, terutama pada sektor konstruksi yang memiliki beban kerja fisik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja pada pekerja konstruksi serta menganalisis faktor yang mempengaruhinya berdasarkan karakteristik responden. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner Subjective Feeling of Fatigue. Lokasi penelitian ini berada pada area pembangunan di salah satu pembangunan gedung di Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30% pekerja mengalami kelelahan rendah, 60% pekerja mengalami kelelahan sedang, dan 10% pekerja mengalami kelelahan tinggi. Kecenderungan tingkat kelelahan yang lebih tinggi ditemukan pada pekerja dengan usia lebih dari 40 tahun, masa kerja lebih dari 10 tahun, serta pekerja yang telah menikah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja konstruksi telah mengalami kelelahan pada tingkat sedang sehingga memerlukan perhatian dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan disarankan melakukan pemantauan kelelahan secara berkala, mengoptimalkan pengaturan waktu kerja dan istirahat, serta mengembangkan program manajemen kelelahan sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas pekerja.

References

Cahyani, S. D., Permatasari, E. D., Handriyanto, C. F., Al Fanani, T., & Khiyaroh, Y. I. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit. Journal of Industrial Safety and Health, 1(2).

Daeli, B., Rahman, D. F., Fatimah, Z. N., & Rahmat, H. K. (2025). Kecelakaan Kerja dan Urgensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Dunia Industri: Sebuah Tinjauan Teoritis. Widya Bhakti: Jurnal Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 29-40.

Fitriana, N. I. M. (2023). Hubungan Durasi Kerja dan Usia Pekerja dengan Perasaan Kelelahan Kerja. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 2(2), 53-61.

Gustian, H. D., Junadi, J., & Qamaruddin, Q. (2025). Manajemen Kelelahan sebagai Strategi Peningkatan Kinerja dan Keselamatan Pelaut di Industri Maritim Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(8. D), 317-327.

Grandjean, E. (1993). Fitting the task to the man: An ergonomic approach. London: Taylor & Francis.

Hartanindya, R. L., Ramdhan, D. H., & Keselamatan, D. (2022). Analisis Hubungan Indeks Tekanan Panas Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Di Proyek Konstruksi Light Rail Transit (Lrt) Jabodebek Depo Jatimulya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 486-494.

International Labour Organization (ILO). (2018). Safety and health in construction.

Geneva: International Labour Office.

Maulidah, A. N., Roshida, D. S., & Al Fanani, T. (2025). Literature Review: Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Transportasi Darat. Journal of Industrial Safety and Health, 2(2), 51-62.

Nurhayati, N., Syahputri, N. I., Harahap, M., Alvionita, E., Gajah, H., & Siregar, I. R. (2025). Analisis Pengalaman Operator Mesin Terhadap Dampak Kebisingan dan Kelelahan Kerja Di PT. PP London Sumatra Indonesia, Tbk Dolok POM. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 4(4), 1432-1441.

Pardyani, I., & Susilowati, I. H. (2024). Stress Kerja dan Kualitas Tidur Sebagai Determinan Utama Kelelahan Kerja pada Pekerja Konstruksi. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 15(2), 197-202.

Pertiwi, R. H., & Dewanti, N. S. (2025). Analisis Potensi Dampak Investasi JIIPE Sebagai Bakal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik Terhadap Perekonomian Jawa Timur. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(12), 8683-8699.

Roshida, D. S., Deviatin, N. S., Ramadan, A. N., Cahyani, S. D., & Maulidah, A. N. (2025). ANALISIS DAN PENGENDALIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI KLINIK SWASTA KABUPATEN GRESIK JAWA TIMUR. Jurnal Delima Harapan, 12(1), 79-84.

Subekti, A. T., Rakhmadi, T., & Pratiwi, A. (2024). Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Kontruksi Bagian Fabrikasi Di PT. Somatra Polarekasarana. Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal), 15(1), 86-90.

Suma’mur, P.K. (2014). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (HIPERKES). Jakarta: Sagung Seto.

Tarwaka. (2011). Ergonomi industri: dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Surakarta: Harapan Press.

Tarwaka. (2019). Ergonomi Industri Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja Edisi II. Surakata: Harapan Offset.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Roshida, D. S., Fanani, T. A., Sillehu, E. S., & Sabrina, S. D. (2026). GAMBARAN TINGKAT KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI AREA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN GRESIK. Journal of Industrial Safety and Health, 3(1), 139–151. Retrieved from https://journal.univgresik.ac.id/index.php/jish/article/view/848