Literature Review Peran Mekanisme Kolaborasi Tim dalam Meningkatkan Efektivitas Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Authors

  • Adam Hizbullah Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Angel Eka Putri Karini Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Salwa Dwi Sabrina Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Habil Abdul Malik Karim Amrullah Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Nafiatus Sintya Deviatin Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Yuntafi’il Khiyaroh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik

Keywords:

Kolaborasi Tim, Kerja Sama Tim, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Budaya Keselamatan, Kinerja Karyawan

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin perlindungan tenaga kerja serta keberlangsungan operasional organisasi. Keberhasilan penerapan K3 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan aspek teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor manusia, khususnya mekanisme kolaborasi tim. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran mekanisme kolaborasi tim dalam meningkatkan efektivitas penerapan K3 melalui metode kajian pustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menelaah sepuluh artikel ilmiah nasional yang terbit dalam lima tahun terakhir dan relevan dengan topik kolaborasi tim dan K3. Hasil kajian menunjukkan bahwa mekanisme kolaborasi tim, yang meliputi komunikasi efektif, koordinasi tugas, pembagian peran yang jelas, keterlibatan aktif pekerja, serta kepercayaan antar anggota tim, berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur K3, menurunkan risiko kecelakaan kerja, dan memperkuat budaya keselamatan kerja di berbagai sektor industri. Kolaborasi tim juga terbukti menjadi penghubung antara kebijakan K3, perilaku individu, dan kinerja organisasi. Dengan demikian, penguatan mekanisme kolaborasi tim perlu diposisikan sebagai strategi utama dalam pengembangan sistem K3 yang efektif dan berkelanjutan.

References

Ariyati, Y. d. (2025). PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA, KERJASAMA TIM,

IKLIM ORGANISASI, DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN . Jurnal

Bening, 123.

Firdaus, R. A. (2025). Peran Karyawan dalam Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT.

Yura Putra Pratama . Journal of Engineering and Applied Technology, 1.

Lestari, H. d. (2024). Penilaian Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan

Kerja di Rumah Sakit Umum. Safety and Health for Medical Workes, 65.

Nugraha, O. N. (2024). Memastikan Keramahtamahan yang Berkelanjutan: Studi Kasus tentang

Tata Kelola Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Hotel Ros-In. Journal on Hospitality and

Tourism, 41.

Nuraliasari, E. d. (2024). ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

PADA PT. XYZ - KARAWANG . Jurnal of Economic, Busniess and Accounting, 1057.

Palestina, A. M. (2025). Pengaruh Komunikasi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Terhadap Kinerja Karyawan PT Sinergi Aitikom Jakarta Selatan . Jurnal Manajemen

Kewirausahaan dan Teknologi, 36.

Pengkey, L. A. (2024). Pengaruh Keselamatan, Kesehatan Kerja, Dan Kerjasama Tim Terhadap

Efektivitas Kerja Karyawan Di Rumah Sakit Umum Gmim Siloam Sonder . Indonesian

Journal of Economics, Management, and Accounting, 367.

Sari, W. N. (2022). Pengaruh Kerjasama Tim, Lingkungan Kerja, Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Bisnis, 129.

Suradi, A. d. (2024). Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di

Puskesmas Pante Bidari Aceh Timur . Jurnal Promotif Prefentif, 211.

Walidah, Z. d. (2024). Studi Kasus Pelaksanaan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di

Kawasan PT Gunbuster Nickel Industry. Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora,

Christian et al. (2009). Keselamatan di tempat kerja: Sebuah meta-analisis tentang peran faktor

pribadi dan situational. Jurnal Psikologi Terapan, 94(5), 1103–1127.

Burke et al (2006). Memahami adaptasi tim: Analisis konseptual dan model. Jurnal Psikologi

Terapan, 91(6), 1189–1207.

ILO (2021). Keselamatan dan kesehatan sebagai inti masa depan pekerjaan: Membangun

berdasarkan pengalaman 100 tahun. Jenewa: Organisasi Perburuhan Internasional.

Reason, J. (1997). Mengelola risiko kecelakaan organisasi. Aldershot: Ashgate Publishing Ltd.

Salas et al (2015). Memahami dan meningkatkan kerja tim dalam organisasi: Panduan praktis

berbasis ilmiah. Manajemen Sumber Daya Manusia, 54(4), 599–622.

Lingard dkk (2017). Respons rekan kerja terhadap risiko kesehatan dan keselamatan kerja:

Dimensi iklim keselamatan yang terabaikan. Ergonomi Terapan, 62, 190–200.

Rosen et al (2018). Kerja tim dalam perawatan kesehatan: Penemuan-penemuan kunci yang

memungkinkan perawatan yang lebih aman dan berkualitas tinggi. American Psychologist,

(4), 433–450.

Neal, A., & Griffin, M. A. (2006). Sebuah studi tentang hubungan tertunda antara iklim

keselamatan, motivasi keselamatan, perilaku keselamatan, dan kecelakaan pada tingkat

individu dan kelompok. Jurnal Psikologi Terapan, 91(4), 946–953.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Hizbullah, A., Eka Putri Karini, A., Dwi Sabrina, S. ., Abdul Malik Karim Amrullah, H. . ., Deviatin, N. S., & Khiyaroh, Y. . (2026). Literature Review Peran Mekanisme Kolaborasi Tim dalam Meningkatkan Efektivitas Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Journal of Industrial Safety and Health, 3(1), 90–103. Retrieved from https://journal.univgresik.ac.id/index.php/jish/article/view/827