http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/issue/feed Complementary Health Care Journals 2026-02-09T08:03:30+07:00 Istiroha chcjournals@gmail.com Open Journal Systems <p>Complementary Health Care Journals adalah jurnal yang mencakup bidang pengobatan komplementer dan alternatif dalam Keperawatan dan kesehatan. Adapun jurnal ini menerima artikel penelitian original, literature review, dan case study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Juni dan Desember. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik.</p> http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/781 PENGARUH AROMA THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OP SC (SECTIO CAESARIA) DI RSU KERTHA USADA BALI 2026-02-03T17:29:33+07:00 Ni Putu Diah Ayu Rusmeni diahayurusmeniniputu@gmail.com Khalifatus Zuhriyah Alfianti khalifatuszuhriyahalfianti@gmail.com Nurul Imam bungimam.ru@gmail.com <p>Sectio Caesarea adalah prosedur pembedahan di mana janin dilahirkan melalui sayatan di perut dan rahim ibu, Menurut Kementerian Kesehatan (2020), menyebutkan bahwa di Indonesia sekitar 29,0% yang mengalami kecemasan saat persalinan. Perasaan cemas pada ibu pre Sectio Caesarea dapat menimbulkan kondisi yang tidak stabil yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, mual/muntah dan gelisah yang akan menganggu proses operasi itu sendiri sehingga diperlukan cara yang tepat dalam mengatasi kecemasan pada ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aroma therapy terhadap tingkat kecemasan pasien pre op sc (sectio caesaria) RSU Kertha Usada Bali. Metode: penelitian ini menggunakan Metode pre-eksperimen dengan One Group Pretest Posttes design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 67 responden. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon signed rank test dapatkan nilai (0,001) atau p&lt;α (0,05). Simpulan: Terdapat Pengaruh Aroma Therapy Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Op Sc (Sectio Caesaria) Rsu Kertha Usada.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/648 HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DALAM PELAYANAN MEDICAL CHECK UP DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT 2026-01-07T11:08:37+07:00 Ama Mubarokah mubarokah.ama76@gmail.com Natalia Christin Tiara Revita natalia.revita27@gmail.com Roihatul Zahroh roihatulzahroh@unigres.ac.id <p><em>Response time</em> yang dilakukan secara optimal meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien serta mencerminkan kepercayaan terhadap fasilitas kesehatan khususnya medical check up. Kecepatan penanganan, profesionalisme tenaga medis, serta kelengkapan fasilitas berkontribusi pada kepuasan pelayanan <em>medical check-up.</em> <strong>Tujuan</strong>: untuk mengetahui hubungan <em>response time</em> perawat dalam melakukan <em>medical chek up</em> dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit. <strong>Metode</strong>: Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan jumlah populasi 616 didapatkan sampel yaitu 176 dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen menggunakan kuesioner dengan analisis uji rank spearman. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa <em>response time</em> menunjukkan hampir seluruhnya direspon 5 menit yaitu 170 orang (96,6%). Kepuasan pasien menunjukkan hampir seluruhnya puas yaitu 172 orang (84,3%). Ada hubungan <em>response time</em> dengan kepuasan pada pasien di Rumah Sakit dengan p value 0,000 (&lt;0,05). <strong>Kesimpulan</strong>: <em>Respon time</em> perawat yang cepat berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien yang tinggi di RS Semen Gresik. Semakin cepat respon diberikan, semakin tinggi kepuasan pasien.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/543 EFEKTIVITAS LATIHAN ANGKAT BEBAN DAN LARI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA REMAJA USIA 18-21 TAHUN 2025-07-19T18:02:49+07:00 Riski Dwi Prameswari prameswari@unigres.ac.id Ridalloh ridalloh0123@gmail.com Istiroha istiroha@gmail.com <p>Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kualitas tidur akibat gaya hidup tidak aktif, penggunaan gadget berlebihan, dan kurangnya aktivitas fisik. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik seperti angkat beban dan lari merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan angkat beban dan lari terhadap kualitas tidur pada remaja usia 18–21 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pre-post test design. Variabel independennya adalah jenis latihan (angkat beban dan lari), dan variabel dependennya adalah kualitas tidur. Sampel terdiri dari 32 remaja yang dibagi ke dalam dua kelompok: angkat beban dan lari (masing-masing 16 responden). Intervensi dilakukan selama tujuh hari. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan pada kelompok angkat beban (p = 0,000), namun tidak signifikan pada kelompok lari (p = 0,059). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,700). Remaja disarankan memilih jenis latihan sesuai preferensi untuk meningkatkan kualitas tidur secara optimal.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/788 EMPOWERING LEADERSHIP TERHADAP KINERJA PERAWAT DAN DAMPAKNYA PADA KEPATUHAN PATIENT SAFETY GOALS DI RUMAH SAKIT 2026-02-08T20:41:53+07:00 Daviq Ayatulloh ayatulloh.daviq.22@gmail.com Ade Faiz Ahmadi adefaiz580@gmail.com Diah Priyantini diah@fik.um-surabaya.ac.id <p>Pendahuluan: <em>Empowering leadership</em> dipandang sebagai pendekatan kepemimpinan yang mampu meningkatkan kinerja perawat, namun bukti empiris mengenai dampaknya terhadap kepatuhan keselamatan pasien masih terbatas, khususnya dalam konteks rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 68 perawat pelaksana yang bekerja di berbagai unit pelayanan rumah sakit dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur <em>empowering leadership</em>, kinerja perawat, dan kepatuhan terhadap patient safety goals. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa empowering leadership, kinerja perawat, dan kepatuhan terhadap <em>patient safety goals</em> berada pada kategori tinggi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara <em>empowering leadership</em> dan kinerja perawat (r = 0,62; p &lt; 0,01), <em>empowering leadership</em> dan kepatuhan keselamatan pasien (r = 0,58; p &lt; 0,01), serta kinerja perawat dan kepatuhan terhadap <em>patient safety goals</em> (r = 0,67; p &lt; 0,01). Kesimpulan: <em>Empowering leadership</em> berhubungan erat dengan peningkatan kinerja perawat dan kepatuhan terhadap <em>patient safety goals</em>. Penguatan kepemimpinan yang berorientasi pada pemberdayaan berpotensi menjadi strategi efektif untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan keperawatan di rumah sakit.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/736 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASIEN POST OPERASI FRAKTUR 2025-12-22T11:25:43+07:00 Ahmad Hasan Basri ahmadhasan.ah464@gmail.com Istiroha Istiroha istiroha@gmail.com Khalifatus Zuhriyah Alfianti alfia.nurse@gmail.com <p>Post operasi fraktur merupakan salah satu keadaan yang dapat menimbulkan komplikasi. Masalah utama penelitian ini adalah keluarga belum mampu merawat pasien post operasi frakture. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam pencegahan komplikasi pasien post operasi frakture.</p> <p> Desain penelitian ini adalah Pra Ekperimen dengan pendekatan <em>One Group Pre – Post Test Design</em> dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden pasien post operasi fraktur di RSUD Ibnu Sina Gresik yang diambil secara <em>Consecutive</em> <em>Sampling</em>. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data diolah menggunakan uji <em>Wilcoxon </em>dengan<em> p</em> ≤ 0, 05.</p> <p> Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien post operasi fraktur masih kurang. Sesudah pendidikan kesehatan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan keluarga dengan hasil <em>p</em> = 0,000. Pada variable sikap tidak terjadi peningkatan yang signifikan dengan hasil <em>p</em> = 0,500.</p> <p> Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga dalam merawat pasien post operasi fraktur. Tetapi tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap keluarga dalam merawat pasien post operasi frakture. Hal ini terjadi karena perubahan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan tidak berpengaruh secara langsung terhadap 3 konsep penentu terbentuknya sikap. Oleh karena itu disarankan agar pihak rumah sakit memberikan pendidikan kesehatan yang intensif dengan memperhatikan 3 konsep penentu sikap, sehingga pada akhirnya dapat terjadi perubahan yang baik terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien post operasi fraktur.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/549 HUBUNGAN KONSUMSI GARAM DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI 2025-12-22T11:55:23+07:00 Akhmad Suyudi akhmadsuyudi62@gmail.com Istiroha istiroha08@gmail.com Lilik Wijayati alfia.nurse@gmail.com <p>Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada 2 kali pengukuran dalam waktu selang 2 menit. Faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi hipertensi yaitu usia, jenis kelamin, pola hidup dan kurang olahraga. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan konsumsi garam dan kebiasaan olahraga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik 150 orang. Sampel yang digunakan sebesar 109 responden berdasarkan random sampling. Variabel independent penelitian ini adalah konsumsi garam dan kebiasaan olahraga. Variabel dependen yaitu hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dari tiap variabel. Data di analisis menggunakan uji spearman rank. Hasil: Konsumsi garam secara signifikan berhubungan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai signifikan 0,000 (ρ &lt; 0,05). Kebiasaan olahraga secara signifikan berhubungan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai signifikan 0,002 (ρ &lt; 0,05). Terdapat hubungan konsumsi garam dan kebiasaan olahraga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Diharapkan Pukesman agar lebih proaktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi, mengenai bahaya konsumsi garam berlebihan dan manfaat olahraga dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pengetahuan konsumsi garam dan kebiasaan olahraga dapat menurunkan tekanan darah.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals http://journal.univgresik.ac.id/index.php/chc/article/view/789 PERAN MEDICAL CHECK-UP TERHADAP DETEKSI DINI RISIKO KELELAHAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT 2026-02-09T08:03:30+07:00 Abdul Manan abdulmanan1775@gmail.com <p>Pendahuluan: Perawat memiliki risiko tinggi mengalami kelelahan dan penyakit akibat kerja akibat beban kerja berat, shift tidak teratur, dan tuntutan pelayanan yang meningkat (Background). Metode: Artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka dari berbagai sumber ilmiah tahun 2021–2024 untuk mengevaluasi peran Medical Check-Up. Hasil:&nbsp; kajian menunjukkan bahwa MCU efektif dalam mendeteksi dini kelelahan fisik dan mental, hipertensi, gangguan muskuloskeletal, stres kerja, serta penyakit akibat kerja lainnya; selain itu MCU berkontribusi pada peningkatan kesiapan kerja, penurunan risiko human error, dan peningkatan keselamatan pasien. Kesimpulan: Dengan demikian, MCU merupakan strategi preventif penting yang perlu diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan perawat serta meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.</p> 2025-12-29T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Complementary Health Care Journals